Tampilkan postingan dengan label Untukmu Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untukmu Muslimah. Tampilkan semua postingan

Keutamaan Menuntut Ilmu Syar'i

Amanat Ka. Kemuslimahan 30 April 2011


Ilmu merupakan sandi terpenting dari hikmah. Sebab itu, Allah memerintahkan manusia agar mencari ilmu atau berilmu sebelum berkata dan beramal. Firman Allah,
“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Illah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu serta bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.” (Muhammad :19).
Read More...

101 Alasan Memakai Jilbab [Part IV - Tamat]


Assalamu'alaykum sahabat muslimah, setelah kita mengetahui alasan ke 1-25 untuk berjilbab, alasan ke 26-50 untuk berjilbab dan alasan ke 51-75 untuk berjilbab, yuk kita simak 26 alasan terakhir untuk memakai jilbab.

76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh.
77. Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang ketat).
78. Saya tidak suka memakai celana jeans.
79. Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak beraturan.
80. Menghemat waktu dalam berpakaian.
81. Menghemat waktu dalam berhias.
82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.
83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend.
84. Menghemat biaya untuk membeli make up.
85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.
86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
87. Meminimalkan penyakit kanker kulit.
88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering. 
89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertenu.
90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.
91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan.
92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.
93. Menghindari hidup yang konsumtif.
94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.
95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.
96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.
97. Lebih mudah dalam menabung.
98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.
99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.
100. Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari kemudian.
101. Membuat saya merasa menjadi wanita seutuhnya.

ayooo berjilbab ! J
Jangan jilbabi hatimu tapi jilbabilah auratmu J


Tulisan ini merupakan kontribusi dari Ukhti Maskunaryatun
Disalin dari: Buku "101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab: Kumpulan Argumen atas Berbagai Suara Sumbang terhadap Para Wanita yang Berjilbab" karya Abu Fathan
Read More...

101 Alasan Memakai Jilbab [Part III]

Assalamu'alaykum sahabat muslimah, setelah kita mengetahui alasan ke 1-25 untuk berjilbab dan alasan ke 26-50 untuk berjilbab, yuk kita lihat 25 alasan berikutnya untuk memakai jilbab.

51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.
52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.
53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.
54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.
55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.
56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini.
57. Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.
58. Membedakan diri dari penganut agama lain.
59. Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman.
60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.
61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.
62. Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.
63. Membuat saya lebih terlihat anggun.
64. Membuat saya terlihat menyenangkan.
65. Membuat saya lebih terlihat wanita.
66. Tidak terlihat seperti laki-laki.
67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.
68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah.
69. Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih.
70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.
71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.
72. Jodoh merupakan urusan Allah.
73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.
74. Memudahkan saya dalam beraktifitas.
75. Membuat lebih mudah bergerak.
ayooo berjilbab ! J
Jangan jilbabi hatimu tapi jilbabilah auratmu J


Tulisan ini merupakan kontribusi dari Ukhti Maskunaryatun
Disalin dari: Buku "101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab: Kumpulan Argumen atas Berbagai Suara Sumbang terhadap Para Wanita yang Berjilbab" karya Abu Fathan
Read More...

101 Alasan Memakai Jilbab [Part II]


Assalamu'alaykum Sahabat muslimah, setelah kita mengetahui alasan ke 1-25 untuk memakai jilbab, sekarang kita lihat alasan ke 26-50 untuk memakai jilbab yuk.


Ini dia 25 alasan berikutnya, selamat menyimak.

26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka.
27. Untuk meninggikan izzah Islam.
28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).
29. Jilbab lebih melindungi diri.
30. Membuat saya lebih merasa aman.
31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil.
32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’
33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.
34. Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan.
35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah.
36. Menghindari zina mata dan zina hati.
37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri.
38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.
39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang.
40. Membuat saya lebih bersahaja.
41. Membuat saya lebih khusyu’.
42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah).
43. Membuat saya malu bila berbuat dosa.
44. Mendekatkan saya pada Allah.
45. Mendekatkan saya pada Rasulullah.
46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya.
47. Mendekatkan saya pada sesama muslim.
48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam.
49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.
50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.

ayooo berjilbab ! J
Jangan jilbabi hatimu tapi jilbabilah auratmu J

Tulisan ini merupakan kontribusi dari Ukhti Maskunaryatun
Disalin dari: Buku "101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab: Kumpulan Argumen atas Berbagai Suara Sumbang terhadap Para Wanita yang Berjilbab" karya Abu Fathan
Read More...

101 alasan memakai jilbab [Part I]

  1. Menjalankan syi’ar Islam.
  2. Berniat untuk ibadah.
  3. Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim.
  4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.
  5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau.
  6. Untuk memperoleh Ridho Allah (Inshaallah).
  7. Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.
  8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.
  9. Agar kaum wanita menutup auratnya.
  10. Bukan karena gaya-gayaan.
  11. Bukan karena mengikut trend.
  12. Bukan karena berlagak sok suci.
  13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim J .
  14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.
  15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata.
  16.  Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu semata.
  17. Saya ingin menjadi wanita solihah.
  18. Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.
  19. Jilbab adalah pakaian taqwa.
  20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah.
  21. Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga.
  22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.
  23. Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.
  24. Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah.
  25.  Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya
ayooo berjilbab ! J
Jangan jilbabi hatimu tapi jilbabilah auratmu J

Tulisan ini merupakan kontribusi dari Ukhti Maskunaryatun
Disalin dari: Buku "101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab: Kumpulan Argumen atas Berbagai Suara Sumbang terhadap Para Wanita yang Berjilbab" karya Abu Fathan
Read More...

Akhlaq Dulu Apa Jilbab Dulu ?

 

"Katakan lah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung"  (QS. An-Nur: 31)


Terinspirasi dari sebuah tulisan Ust. Abu Yahya (salah seorang pembicara Kajian Aqidah MQ FM), yang berjudul "Mana yang Lebih Dulu? Akhlaq Dulu Apa Kerudung Dulu? Khusyu' Dulu Apa Sholat Dulu?" juga kajian oleh Ust. Tsalits Daarut Tauhid beberapa tahun yang lalu..

Sering kita mendengar kilah sebagian orang , "Ah, saya mah belum siap berjilbab, mau memperbaiki akhlaq dulu". Atau ada yang mengatakan, "Saya belum bisa khusyu'/tenang jadi sholat juga percuma, ntar klo udah bisa khusyu'/tenang baru saya akan sholat". Benarkah kata-kata itu diperkenankan?

Tau nggak sih? Bahwa sesungguhnya memakai jilbab (bagi perempuan), shalat, dan puasa (ramdhan) itu merupakan basic (dasar) bagi seorang Muslim. Logikanya, jika dasarnya (shalat, puasa, jilbab bagi muslimah) saja tidak benar..bagaimana dengan amalan lainnya. 

Dalam Islam pembelajaran menjadi baik dimulai dari aspek lahir lalu meningkat ke penghayatan bathin. Dan baru dari penghayatan bathin yang lebih lanjut ini lah yang akan membawa kita semakin baik dari waktu ke waktu (insyaAllah).

Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah BERIMAN". Katakan lah (kepada mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakan lah "kami telah TUNDUK (Islam)", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. 49:14)

Dari ayat tersebut menerangkan bahwa sebelum iman itu masuk ke dalam hati orang-orang Arab tersebut, mereka telah mengakui Islam terlebih dahulu sebagai aspek lahiriyah. Dengan pernyataan itu pun darah mereka menjadi terpelihara (haram untuk dibunuh).
So, Kalau lahirnya saja sudah menyimpang (baik ucapan, perbuatan, ataupun tulisan), maka tidak ada artinya berkilah dengan, "yang penting kan hatinya".  Justru dengan shalat hati kita akan menjadi tenang, dengan shalat kita akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, dengan menggunakan jilbab kehormatan kita menjadi lebih terjaga, dan dengan berpuasa akhlaq kita dapat lebih terpelihara. So, perkataan-perkataan seperti yang demikian tadi seharusnya tidak diperkenankan. Dan mari kita perbaiki ucapan dan penampilan lahir kita, insyaAllah Dia akan membimbing kita dan mengampuni kesalahan-kesalahan kita. Aamiin. 

"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa lah kamu kepada Allah dan katakan lah perkataan yang benar.(niscaya) Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar" (QS. 33:70-71) 

Tapi..sekarang masalahnya..ternyata melakukan perubahan itu nggak mudah. Ya nggak? Khususnya dalam menggunakan jilbab bagi para muslimah. Cz, banyak sekali faktor X yang seringkali menghambat kita bahkan menghapus niatan baik kita itu seketika.

Tapi tau nggak sih..ternyata kita nggak sendirian loh..para akhwat (muslimah) yang sekarang sudah bisa menggunakan jilbab lebarnya pun ternyata perjalanannya tidak semulus yang sahabat kira..Semua itu dibutuhkan perjuangan yang luar biasa.
Satu hal yang saya ingat dari ucapan seorang ustad adalah "ketika Allah ingin menguji seberapa besar niat/kesungguhan di dalam hati seseorang, maka Ia senantiasa akan membenturkan kita pada kondisi yang bertolak belakang dengan niat kita itu". Misal: ketika kita memutuskan untuk membiasakan diri dengan menggunakan rok, ada saja teman-teman bahkan keluarga sekali pun yang mengejek kita, bahkan parahnya ada juga yang justru melarang. Atau tiba-tiba saja aktivitas kita saat itu seolah-olah mengharuskan kita untuk banyak menggunakan celana. Padahal sebenarnya, jika kita menggunakan rok pun aktivitas-aktivitas itu masih tetap dapat kita lakukan (ex: outbound, hiking, lari pagi, backpaker, dll). Nah! Begitu juga halnya jika sahabat yang belum mengenakan jilbab saat ini tiba-tiba saja memutuskan untuk mengenakan jilbab.

Berjuang lah, wahai ukhti..Allah hanya ingin menguji keteguhan hati mu.
Apalah artinya keren/mulia di mata manusia jika ternyata kita tidak bernilai di hadapan Allah. Sebagai hamba-Nya yang tak akan bisa hidup tanpa rahmat dan karunia-Nya, sudah semestinya hidup dengan ridha Allah lah yang menjadi prioritas kita, bukan pujian, bukan sanjungan, dll. Dan jika ridha Allah sudah mnyertai kita, apa sih yang tidak mungkin? Hidup kita pun menjadi penuh berkah. ^_^
 Wallahu 'alam.
Semoga kita dapat terus istiqamah di jalan yang diridhai-Nya
Never Stop to Fight..You Never Alone, Ukhti.. ^_^
SeMaNGatt!!
          shortlink : http://j.mp/hijab2
Read More...

Mengapa Ukhti Bersedih

Hey Ukhti !
Mengapa kau terlihat muram
Begitu berat kah bebanmu
Hingga membuat cahayamu padam

Apakah kau pikir
Allah telah berbuat tidak adil kepadamu
Apakah kau pikir
Allah tidak menyayangimu

Hey Ukhti!..
Sadarlah..
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
Sesungguhnya Ia tidak ingin kau terperosok ke dalam jurang kenikmatan
Yang dapat membuatmu lupa kepada-Nya
Sesungguhnya Ia ingin agar kau lebih dekat dengan-Nya
Apakah kau ingin mendapatkan azab-Nya?

Hey Ukhti!
Bersemangatlah..
Tersenyumlah..
Pancarkan cahayamu dengan senyum ketabahan dari wajahmu
Allah sedang mengujimu

Sesungguhnya Ia sedang mengukir dirimu
Menjadikan dirimu sesosok muslimah yang utuh
Dengan pahatan-pahatan-Nya

Sakit memang..
Tapi engkau akan mendapatkan keindahan dirimu
Bila kau mau bersabar



shortlink : http://j.mp/dontsad
Read More...

Pake Jilbab, Penting gak sih ?

Bismillahi Ar Rahman Ar Rahim
Assalamu'alaykum wa Rahmatullah wa Barakatuh

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Rabb semesta alam serta sholawat dan salam kita sampaikan kepada nabi kita Muhammad Sholallahu 'alayhi wa sallam.

Di dalam Al Qur-an Allah Ta'ala berfirman yang artinya,
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (Q.S. 24 : 31)
Nah yang dimerahin tuh jadi pokok bahasan kita kali ini.
Dari ayat di atas jelas bahwa :
  • Memakai kerudung, atau jilbab, atau apapun namanya diwajibkan atas wanita-wanita yang mengaku beriman.
  • Memakai jilbab bukan hanya sekedar menutupi kepala untuk “melindungi rambut” dari sengatan cahaya matahari, atau karena dress code doank, melainkan harus dipanjangkan jilbabnya hingga menutupi bagian dada.
  • Tidak dibenarkan dalam kitab manapun memakai jilbab tetapi bagian dada tetap terbuka atau kelihatan bentuknya, itu merupakan salah satu bentuk penyimpangan fashion yang sengaja di designed oleh orang kafir untuk memudarkan cahaya Islam.

Perhiasan yang dimaksud terbagi dua, yaitu


  1. Perhiasan alami wanita yaitu seluruh tubuhnya yang jelas haram untuk dipamerkan apalagi dipromosikan dan di perjualbelikan kepada masyarakat umum, dan
  2. Perhiasan tambahan yaitu anting, kalung, cincin dan sebagainya yang apabila diperlihatkan khawatir akan menimbulkan keirian dan atau penyakit hati lainnya terhadap yang melihatnya dan kesombongan bagi yang memperlihatkannya

Setelah Anda memahami maksud ayat tersebut dan semoga dimudahkan oleh Allah untuk memakai jilbab yang benar sesuai Al Qur-an Kitab Yang Mulia, maka pembahasan kita kali ini agak ke bawah dikit, yaitu pakainnya.
Perhatikan sabda Rasulullah Saw. berikut,
“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”  (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu)
Setelah Anda mengetahui tentang hadits tersebut, bagaimana pendapat Anda tentang wanita yang memakai jilbab tetapi pakaian mereka ketat, bahkan sangat ketat hingga terbentuklah bagian-bagian tubuhnya ? Apakah Anda masih dapat mengatakan bahwa, “Ini adalah contoh yang dibawakan oleh trend setter muslimah, dan ‘layak’ untuk dipakai kog, bahkan sebagian ustadzah dan tokoh masyarakat juga mengatakan ini adalah desain yang bagus, Jadi boleh-boleh aja untuk ditiru.”

Sekarang Saya yang bertanya, “Siapakah yang lebih tinggi kedudukannya dan lebih mulia di sisi Allah dan tentu lebih benar segala perkataan dan perbuatannya? Rasulullah-kah atau trend setter tersebut ?” Perhatikanlah kembali hadits Rasulullah tersebut. Jika hati Anda tidak tertutupi oleh debu dunia yang memperdayakan, jelas jawabannya adalah Rasulullah Saw. Dan jelas pula bahwa tidak dibenarkan memakai jilbab tetapi pakainnya ketat (full pressed body), dan sangat dianjurkan memakai pakaian yang longgar dan berbahan agak tebal (tidak transparan).

Mengapa Syariat Ini Wajib Dijalankan Bagi Wanita yang Beriman ?
Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya* ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Ahzab 33 : 59)
* Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

Ayoooo tunggu apalagi Saudariku, bagi yang sudah menjalankan tetaplah Istiqomah di Jalan Yang Lurus ini, bagi yang belum, ingat bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepada hamba-hamban NYA yang ingin bertaubat dan beramal sholih sebelum sakaratul maut. Ajaklah dan beritahukanlah teman-teman (muslimah) Anda tentang hal ini. Bukankah seorang mu’min (laki-laki dan perempuan) itu harus mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri ?
"Dan Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (Q.S An Nur 24 : 34)
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." (Q.S As Sajadah 32 : 22)
"dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu…” (Q.S. Al Kahfi 18 : 29)
Mungkin gambar di bawah ini bisa menjadi pedoman bagi sahabat untuk menggunakan jilbab yang syar'i
Panduan berjilbab (klik pada gambar untuk memperbesar)


Wallahu A’lam….
Read More...

Do not Accept if Seal is Broken !

Seorang yahudi bertamu ke rumah salah seorang Ulama. Ketika yahudi dan Ulama ini duduk di ruang tamu tiba-tiba melintas wanita berpakaian serba tertutup. Si yahudi pun kemudian bertanya kepada Ulama, “Ya Syaikh siapakah orang yang lewat tadi.” “Dia Istriku.” Jawab Syaikh.

“Kenapa agama anda sangat berlebihan dalam mengatur pakaian wanita?” Syaikh terdiam dan tidak menjawab, kemudian katanya, “Maukah anda kuajak berjalan-jalan di pasar.” “Dengan senang hati.” Syaikh dan orang yahudi itupun pergi ke pasar yang tidak jauh dari rumahnya.

Tiba di pasar sang ulama langsung mengajak orang yahudi ke dekat penjual kue. “Ini ada bermacam-macam kue, namun ada yang tertutup dengan bungkusan ada yang terbuka, kira-kira kalau anda saya suruh memilih kue yang mana akan anda pilih, yang tertutup atau terbuka?” Tanpa banyak pikir Yahudi tersebut menjawab, “Tentu saya pilih yang tertutup, karena lebih bersih, terjaga dari serta sentuhan tangan yang bisa membawa kotoran dan penyakit.” Mendengar jawaban orang yahudi, Ulama tersebut langsung menyambung. “Begitulah agama kami menjaga wanita kami, mereka hanya milik kami, tidak boleh sembarang dilihat orang apalagi disentuh?”

Konon mendengar jawaban Sang Ulama orang yahudi akhirnya mengucapkan dua kalimat Syahadat. Alhamdulillah. Do not Accept if Seal Is Broken. Jangan dikira ini hanya berlaku untuk botol air mineral dan sejenisnya.Ini berlaku juga bagi manusia lho. Orang mana sih yang mau dapat sisa?

Sebejat-bejat apapun seseorang pasti yang dia dambakan adalah yang baik-baik.Sebelang-belangnya hidung lelaki dan berapapun banyaknya wanita ia nodai,jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia pasti menginginkan wanita pendamping hidup yang berhidung mulus alias ndak belang, bermata jeli tapi tak jelalatan dan suci alias……..Seal Is Not Broken.

Source : sprim
Shared By Catatan-Catatan Islami Pages

Read More...