- Menjalankan syi’ar Islam.
- Berniat untuk ibadah.
- Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim.
- Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.
- Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau.
- Untuk memperoleh Ridho Allah (Inshaallah).
- Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.
- Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.
- Agar kaum wanita menutup auratnya.
- Bukan karena gaya-gayaan.
- Bukan karena mengikut trend.
- Bukan karena berlagak sok suci.
- Lebih baik sok suci dari pada sok zholim J .
- Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.
- Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata.
- Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu semata.
- Saya ingin menjadi wanita solihah.
- Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.
- Jilbab adalah pakaian taqwa.
- Jilbab adalah identitas wanita muslimah.
- Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga.
- Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.
- Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.
- Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah.
- Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya
- Lihat alasan ke 26-50 untuk memakai jilbab
- Lihat alasan ke 51-75 untuk memakai jilbab
- Lihat alasan ke 76-101 untuk memakai jilbab
Jangan jilbabi hatimu tapi jilbabilah auratmu J
Tulisan ini merupakan kontribusi dari Ukhti Maskunaryatun
Disalin dari: Buku "101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab: Kumpulan Argumen atas Berbagai Suara Sumbang terhadap Para Wanita yang Berjilbab" karya Abu Fathan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syarat dan ketentuan komentar yang akan ditampilkan :
1. Mengucapkan salam* 'Assalamu'alaykum'
2. Relevan dengan topik yang dibahas
3. Menggunakan kata-kata yang santun
4. Tidak mencemarkan nama baik pihak ketiga (individu/organisasi)
5. Tidak mempromosikan barang atau jasa milik pribadi atau bersama
*
Mengucapkan salam hanya dilakukan ketika sahabat berkomentar pertama kalinya di tulisan ini, pada komentar selanjutnya (untuk menanggapi komentar lain atau hal lainnya) tidak perlu mengucapkan salam.
Bagi non-muslim silahkan langsung berkomentar.
Terima kasih sudah mengunjungi blog GAMUS IM Telkom.
Semoga kebaikan selalu meliputi kita semua.