OLYMPUS (OLYMPIADE GAMUS)
Assalamualaikum
Habis UTS enaknya ngapain ya???
Jalan-jalan ?? nonton ?? makan-makan??
Hmmmmm itu si uda biasa…. Mau yang BEDAA ??
Yuuu ikutann Olimpus (Olimpiade Gamus) 2012. Ajang buat kita tunjukin kemampuan kita di berbagai bidang khususnya olahraga. Sederhananya, semacam kejuaraan gitu de sambil kita kumpul stlh kemarin otak kita dipacu buat UTS, giliran fisik kita nii buat olahraga. Apa aja yang ditandingin, kapan dan dimana ?? Check this out !! (ada di gambar)
Read More...
Habis UTS enaknya ngapain ya???
Jalan-jalan ?? nonton ?? makan-makan??
Hmmmmm itu si uda biasa…. Mau yang BEDAA ??
Yuuu ikutann Olimpus (Olimpiade Gamus) 2012. Ajang buat kita tunjukin kemampuan kita di berbagai bidang khususnya olahraga. Sederhananya, semacam kejuaraan gitu de sambil kita kumpul stlh kemarin otak kita dipacu buat UTS, giliran fisik kita nii buat olahraga. Apa aja yang ditandingin, kapan dan dimana ?? Check this out !! (ada di gambar)
So tunggu apalagi, persiapkan team kalian dan daftarkan segera ke : Khalid 085723123122
maksimal Kamis malem jam 22.00. Yang ngaku jago badminton,, jago maen futsal>> ikhwan atau jago basket, badminton, pinter masak>> akhwat,, segera BUKTIKAN di kegiatan ini (Sabtu-Minggu, 14-15 April 2012) hanya di GAMUS IM TELKOM !!
Oh yaa,, insyaAllah ada hadiahnya lho bagi sang juara!!!
Presented by : DEPT.INTERNAL GAMUS HARAPAN
maksimal Kamis malem jam 22.00. Yang ngaku jago badminton,, jago maen futsal>> ikhwan atau jago basket, badminton, pinter masak>> akhwat,, segera BUKTIKAN di kegiatan ini (Sabtu-Minggu, 14-15 April 2012) hanya di GAMUS IM TELKOM !!
Oh yaa,, insyaAllah ada hadiahnya lho bagi sang juara!!!
Presented by : DEPT.INTERNAL GAMUS HARAPAN
Ekonomi Kapitalis
Ada yang mengatakan bahwa sistem ekonomi kapitalisme akan menjadikan yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, berbeda dengan komunisme yang sama rasa sama rata....
tapi bukan itulah yang jadi pertanyaan di benak saya, yang jadi pertanyaan adalah mengapa bisa sistem ekonomi kapitalis menjadikan yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin?
Saya berusaha mencari dari internet atau buku-buku yang menjelaskan tentang ekonomi tapi tak saya temukan jawaban yang memuaskan... (sepertinya sayanya saja yang tidak mengerti... :P)
akhirnya saya mulai terpikirkan mengapa sistem kapitalis bisa menjadikan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin....
Ketika ada seorang manusia menjalankan bisnis, ya anggaplah dia menjalankan bisnis kecil, dan tahun berganti tahun dia sukses dalam menjalankan bisnisnya dan memulai bisnis besar, dia pun berhasil pula dalam menjalankan bisnis besar dan akhirnya dia dari level manusia biasa menjadi manusia konglomerat, dia mulai membeli lokasi (seperti pasar tradisional) dan menjadikannya sebuah pasar modern (seperti mall) yang mengeliminasi para pengusaha kecil, tentu saja mall tersebut memasang target bukan untuk para golongan menengah ke bawah akan tetapi untuk golongan menengah ke atas, sehingga aliran arus ekonomi hanya mengalir untuk para golongan menengah ke atas dan para golongan menengah ke bawah tak ada aliran ekonomi yang mengalir di golongan menengah ke bawah
dan hal ini tidak hanya merusak dalam hal keadilan ekonomi saja, akan tetapi akan merusak moral juga, mengapa? Perusahaan adalah sesuatu yang dibuat manusia, manusia yang dibuat oleh Tuhan saja memiliki umur, apalagi perusahaan yang dibuat oleh manusia, akan mengalami masa jatuh, ketika perusahaan tersebut mengalami pusat kejatuhan dan mengalami kebangkrutan maka sang pemilik perusahaan akan jatuh miskin, karena ada fenomena ini membuat orang-orang menjadi takut untuk jatuh miskin, sehingga mereka akan melakukan apa saja agar bisa menjadikan perusahaannya tetap utuh selamanya, bahkan menghalalkan segala cara... Naudzubillah...
Lalu bagaimana caranya agar kita bisa terhindar dari semua itu...?
Tidak adakah sistem ekonomi yang lebih baik dibandingkan sistem ekonomi tersebut...?
Wallahu'alam
Keajaiban Bersedekah...
Kuasa Allah sangatlah besar terutama dalam kehidupan manusia, manusia diciptakan dengan takdirnya masing-masing dan manusia memilih sendiri takdir yang akan membawanya ke jalan yang benar atau jalan yang salah.
Pagi hari, tidak biasanya saya setelah bangun dari nyenyaknya tidurku, saya langsung bangun pagi untuk mengantarkan teman lamaku untuk tes ujian masuk STAN, dia mendaftar lumayan jauh, dia mendapat tes di lingkungan kota Cimahi, ya bisa dibayangkan dari timur ke barat pagi-pagi berangkat dengan sepeda motor berkecepatan 100km/jam dari kota bandung menuju kota cimahi, betapa dinginnya sampai menusuk hatiku dan membuat tulang-tulang telapak tanganku menjadi gatal, tak masalah, hal tersebut sudah menjadi kebiasaan saya waktu saya masih SMA, yang penting kami sampai di tujuan.
Setelah mendekat ke kota cimahi, kami memutuskan untuk sarapan dulu, maklum dari berangkat tadi pagi kami belum sarapan dan kami berhenti di tempat yang jual nasi kuning, ya tidak seberapa memang enaknya, yang penting perut kami diisi, Alhamdulillah masih punya kesempatan untuk mengisi perut yang kosong.
Sedang asiknya makan, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak memberi lembaran yang tidak tahu apa itu kepada kami, si bapak setelah memberi kertas tersebut langsung saja pergi sambil berpamitan, saya kira si bapak ingin meminta sumbangan karena memang di lembaran tersebut tertulis "Keajaiban Bersedekah", rajin banget ya, pagi-pagi udah minta sumbangan, karena sudah diberi akhirnya saya baca saja lembaran tersebut yang memasang embel-embel "Keajaiban bersedekah by Ust. H. Yusuf Mansur..." Lengkap dengan fotonya yang tidak jelas karena sudah difotokopi....
Saya membaca halaman per halaman, dan kaget bukan main, betapa tidak...? Dengan memasang embel-embel sedekah, mereka memancing untuk orang-orang berbuat haram..!! Entah siapa itu yang berbuat duluan tapi sangat bengis sekali orang seperti itu... Mengapa demikian? Di dalam lembaran tersebut dituliskan dalam halaman pertama bahwa sedekah memiliki keajaiban bla bla bla... tahu sendiri kan bagaimana manfaat sedekah...? Kalo tidak tahu bisa membaca buku dari ust. yusuf mansur sendiri atau kita bertanya pada rumput yang bergoyang... :D, oke memang isinya tertulis tentang manfaat sedekah, ketika halaman kedua, diceritakan tentang pengalaman orang-orang yang telah melakukan "sedekah", bagaimana caranya...? Yaitu dengan cara mengirimkan sejumlah uang sebesar Rp. 20.000,00 masing-masing ke 4 rekening bank, bagaimana bisa...? Dan tahukah dirimu sahabat...? Ternyata dengan memasang embel-embel "sedekah", mereka melakukan praktek "money game" dan tentu saja money game dinyatakan haram karena praktek tersebut hanyalah memutar-mutarkan uang yang bisa berakibat kepada kebangkrutan negara!! Di Amerika pernah terjadi kasus krisis ekonomi gara-gara money game ini.
So kawan, hati-hati kepada hal yang awal-awalnya berbicara tentang Islam, ternyata malah menjebak dan membawa kita jatuh kepada yang haram... Ingat kata bang napi, kejahatan bukan hanya ada niat dari pelakunya, tapi juga karena kesempatan, So Beware!! Beware!!
Read More...
Pagi hari, tidak biasanya saya setelah bangun dari nyenyaknya tidurku, saya langsung bangun pagi untuk mengantarkan teman lamaku untuk tes ujian masuk STAN, dia mendaftar lumayan jauh, dia mendapat tes di lingkungan kota Cimahi, ya bisa dibayangkan dari timur ke barat pagi-pagi berangkat dengan sepeda motor berkecepatan 100km/jam dari kota bandung menuju kota cimahi, betapa dinginnya sampai menusuk hatiku dan membuat tulang-tulang telapak tanganku menjadi gatal, tak masalah, hal tersebut sudah menjadi kebiasaan saya waktu saya masih SMA, yang penting kami sampai di tujuan.
Setelah mendekat ke kota cimahi, kami memutuskan untuk sarapan dulu, maklum dari berangkat tadi pagi kami belum sarapan dan kami berhenti di tempat yang jual nasi kuning, ya tidak seberapa memang enaknya, yang penting perut kami diisi, Alhamdulillah masih punya kesempatan untuk mengisi perut yang kosong.
Sedang asiknya makan, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak memberi lembaran yang tidak tahu apa itu kepada kami, si bapak setelah memberi kertas tersebut langsung saja pergi sambil berpamitan, saya kira si bapak ingin meminta sumbangan karena memang di lembaran tersebut tertulis "Keajaiban Bersedekah", rajin banget ya, pagi-pagi udah minta sumbangan, karena sudah diberi akhirnya saya baca saja lembaran tersebut yang memasang embel-embel "Keajaiban bersedekah by Ust. H. Yusuf Mansur..." Lengkap dengan fotonya yang tidak jelas karena sudah difotokopi....
Saya membaca halaman per halaman, dan kaget bukan main, betapa tidak...? Dengan memasang embel-embel sedekah, mereka memancing untuk orang-orang berbuat haram..!! Entah siapa itu yang berbuat duluan tapi sangat bengis sekali orang seperti itu... Mengapa demikian? Di dalam lembaran tersebut dituliskan dalam halaman pertama bahwa sedekah memiliki keajaiban bla bla bla... tahu sendiri kan bagaimana manfaat sedekah...? Kalo tidak tahu bisa membaca buku dari ust. yusuf mansur sendiri atau kita bertanya pada rumput yang bergoyang... :D, oke memang isinya tertulis tentang manfaat sedekah, ketika halaman kedua, diceritakan tentang pengalaman orang-orang yang telah melakukan "sedekah", bagaimana caranya...? Yaitu dengan cara mengirimkan sejumlah uang sebesar Rp. 20.000,00 masing-masing ke 4 rekening bank, bagaimana bisa...? Dan tahukah dirimu sahabat...? Ternyata dengan memasang embel-embel "sedekah", mereka melakukan praktek "money game" dan tentu saja money game dinyatakan haram karena praktek tersebut hanyalah memutar-mutarkan uang yang bisa berakibat kepada kebangkrutan negara!! Di Amerika pernah terjadi kasus krisis ekonomi gara-gara money game ini.
So kawan, hati-hati kepada hal yang awal-awalnya berbicara tentang Islam, ternyata malah menjebak dan membawa kita jatuh kepada yang haram... Ingat kata bang napi, kejahatan bukan hanya ada niat dari pelakunya, tapi juga karena kesempatan, So Beware!! Beware!!
IMSS 2012 | Open Recruitment Panitia Bandung Raya
Assalamu'alaikum, Akang Teteh :)
Alhamdulillah, insya Allah FSNas 2012 kita namakan IMSS 2012 (International Muslim Students Summit). Merupakan kolaborasi seluruh FSLDK untuk konsolidasi membentuk arahan kerja dan kontribusi nyata ke dunia.
Kami adakan open recruitment khusus untuk sahabat2 di LDK wilayah Bandung Raya. Ini event besar kita bersama, jadi jangan ragu jangan takut undang semua kawan :D.
Ini linknya http://imss2012.com/ open-recruitment-baraya
Kalau ini adalah momentum kebangkitan Islam di dunia, maka insya Allah pasti terjadi, dan berbahagialah kita sebagai muslim terpilih yang ikut berkontribusi.
bisa menghubungi : (aril - 0856 5888 2803)
Jazakallah khair katsiir :D
Sejarah Nama Bulan Hijriah , Nama hari dan sebagainya
Syaffar = pada bulan ini, keadaan cuaca berubah sehingga menyebabkan daun-daun menguning sehingga bulan ini disebut dengan nama Syaffar yang artinya kuning...
Rabiul Awal = pada bulan ini, keadaan cuaca berubah sehingga menyebabkan daun-daun berguguran sehingga disebutlah bulan ini sebagai bulan rabi yang artinya gugur, dan rabiul awal berarti awal dari bulan gugur...
Rabiul Akhir = adalah akhir bulan dari bulan gugur sehingga dinamakan rabiul akhir
Jumadil Awal = pada bulan ini, adalah bulan yg dimana dimulainya musim beku atau disebut Jumad sehingga diberi nama jumadil awal
jumadil akhir = akhir dari musim beku
rajab = artinya mencair, pada bulan ini es-es/salju-salju mulai mencair
sya'ban = berasal dari kata syi'b yang artinya lembah, maksudnya pada bulan ini para penduduk turun ke lembah untuk segera bertani atau beternak sehingga dinamakan bulan sya'ban
Ramadhan = Ramadhan artinya pembakaran (atau panas gitu...?) yang dimana pada bulan ini memang bulan dimana cuaca sangat panas seperti terbakar, pada bulan ini para kaum muslimin diperintahkan untuk melaksanakan shaum yang bertujuan untuk membakar dosa-dosa yang telah dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya
syawwal = pada bulan ini panas bumi meningkat sehingga disebut syawwal yang artinya peningkatan, mungkin dari nama inilah dijadikan motivasi oleh para kaum muslimin untuk meningkatkan iman mereka dari sebelumnya
DzulQoidah = berasal dari kata Qoid yang artinya duduk pada bulan ini para penduduk lebih senang menikmati bulan ini dengan santai/duduk daripada harus bepergian sehingga disebut dengan nama DzulQoidah
Dzul Hijjah = berasal dari kata Hajjah yang artinya haji karena pada bulan ini memang adalah bulan dimana ibadah haji harus dilakukan yang biasa dilakukan oleh Ibrahim as
Sejarah nama hari
Ahad = yang artinya 1, menunjukkan bahwa ini adalah hari pertama
Senin = berasal dari kata Isnaini yang artinya 2, mksdnya hari kedua
selasa = berasal dari kata salasa yang artinya 3. hari ketiga
rabu = berasal dari kata Arba'a yang artinya 4, hari keempat
kamis = berasal dari kata Khomis/khomsah yang artinya 5, hari kelima
jum'at = berasal dari kata jumu'ah dalam Al-Quran, dalam bahasa arab jama'ah yang artinya bersama, atau hari bersama, maksudnya disini adalah hari dimana hari tersebut adalah hari bersama untuk kebahagiaan bersama sehingga para kaum muslimin diperintahkan untuk melaksanakan shalat Jum'at untuk merayakan hari bersama tersebut
Sabtu = berasal dari kata Sab'atun yang artinya 7 atau hari ketujuh
sebenarnya ada lagi versi dari sejarah Yunani yang menandakan januari, februari, maret dan sebagainya, begitupun harinya monday, tuesday, dan sebagainya....
tapi bisa dicari di google banyak kok yang menulis di blog-blog...
sekian,
Wassalam...
Sebuah kisah: BERJILBAB ITU DOSA!!!!
Katanya jilbab itu menutup aurat dan mengurungkan niat bagi orang-orang yang memandang dengan nafsu.
Disamping itu memakai jilbab itu dalam agama wajib hukumnya. Tapi lain yang dihadapi oleh orang yang satu ini. Sejak menginjak usia remaja dian telah mengidam-idamkan untuk memakai jilbab.Namun begitu banyak rintangan dan halangan yang ia hadapi. Halangan pertama datang dari kedua orang tuanya sendiri. Bahkan ayahnya pernah memukulnya gara-gara dia pakai jilbab. Ibunya bahkan mengancam dia, bila memakai jilbab, maka dia akan dibuang dari keluarganya.
Disekolahnya pun demikian, guru-gurunya melarang dia masuk kelingkungan sekolah bila dia memakai jilbab. Teman-temannya pun akan menghina dan mengolok-oloknya bila dia memakai jilbab.
Suatu hari dia putus asa, dia telah menyiapkan seutas tali dan akan mengakhiri hidupnya, dengan cara gantung diri. Dia telah putus asa, karena semua orang menghalanginya memakai jilbab… yach hanya pake jilbab doang koq dilarang…. Aneh… pikirnya. Tapi sesaat sebelum memasang jerat di lehernya, dia ingat… sama pak Kyai yang ahli agama di dekat sekolahnya. Dalam benaknya… pasti pak kyai akan memberikan rekomendasi kepada saya untuk memakai jilbab. Dan orang tuanya, guru-gurunya serta teman-temannya akan menerimanya memakai jilbab. Dia buang jauh-jauh tali yang rencananya mau dipakai mengakhiri hidupnya.
Dia pun akhirnya sampai dirumah sang Kyai… setelah berbincang-bincang lepas sejenak.. dia pun memnyampaikan maksud dan tujuannya. Dia curhat bahwa selama ini orang-orang akan menghujat dan melarangnya memakai jilbab. Pak Kyai pun kemudian manggut-manggut mencoba untuk memahami kegalauan hati remaja ini. Pak Kyai lalu meanggapi curhat dari remaja ini. Dengan sangat hati-hati dan penuh kharisma, Pak Kyai kemudian berkata:
“… nak jika kamu memakai jilbab, kamu malah berdosa. Benarlah kata orang tuamu, betul perkataan guru-gurumu dan teman-teman kamu tak dapat dipersalahkan bila menghujat kamu,Nak dan yang terpenting kamu berdosa bila memakai jibab. ….sebabnya karena kamu laki-laki….”.
Pesan moral: - Wahai engkau kaum laki-laki, jangan sekali-kali berpenampilan seperti wanita begitupun sebaliknya, wahai engkau kaum perempuan, jangan sekali-kali berpenampilan seperti laki-laki!!
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. melaknat para laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan wanita yang menyerupai kaum laki-laki,” (HR Bukhari [5885]).
Manajemen Sakit Hati
Hampir setiap orang tentu pernah mengalami sakit hati dalam hidupnya. Baik dalam keluarga, berteman, maupun bermasyarakat. Sebagaimana sifat sedih dan gembira, rasa yang satu ini adalah suatu kewajaran dalam hidup manusia. Apalagi, mengingat manusia adalah mahluk sosial, yang dalam setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan.
Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam. Dari masalah sepele hingga masalah besar, dapat menjadi pemicunya. Misalnya berawal dari perbedaan pendapat, adanya konflik atau ketidakcocokan, hingga iri dan dengki. Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama bercokol dalam hati, maka tidak sehatlah hati itu. Pemiliknya pun akan stress dan jauh dari keceriaan. Lebih jauh lagi, hal itu bisa menjauhkan manusia dari Rabb-Nya. Na’udzubillaahi mindzaalik.
Bagaimana memenej rasa sakit hati, agar tidak membuahkan dosa dan azab-Nya bagi kita sendiri? Allah dan Rasul-Nya telah mengajarkan kiat-kiat tersendiri yang dapat menjadi penawar, bila diamalkan. Apa sajakah itu?
Muhasabah (Koreksi Diri)
Sebelum kita menyalahkan orang lain, seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri. Bisa jadi kita merasa tersakiti oleh saudara kita, padahal ia tak bermaksud menyakiti. Cobalah bertanya pada diri sendiri, mengapa saudara kita sampai bersikap demikian. Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat kesalahan.
Menjauhkan diri dari sifat iri, dengki dan ambisi
Iri, dengki dan ambisi adalah beberapa celah yang menjadi pintu bagi syetan untuk memasuki hati manusia. Ambisi yang berlebihan, dapat membuat seseorang buta dan tuli. Bila tidak dilandasi iman, seorang yang ambisius cenderung akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan ambisinya.
Demikian sifat iri dan dengki. Sifat ini berasal dari kecintaan terhadap hal-hal yang bersifat materi, kehormatan dan pujian. Manusia tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini. Manusia juga tak akan pernah bisa bersyukur, karena selalu merasa kurang. Ia selalu memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki kelebihan atas dirinya. Maka hapuslah terlebih dahulu sikap cinta dunia, sehingga dengki pun sirna.
Rasulullah bersabda,
“Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang. Yaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian memenangkannya atas kerakusannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Menjauhkan diri dari sifat amarah dan keras hati
Bila marah telah timbul dalam hati manusia, maka kadang manusia bertindak tanpa pertimbangan akal. Jika akal sudah melemah, tinggallah hawa nafsu. Dan syetan pun semakin leluasa melancarkan serangannya, lalu mempermainkan diri manusia. Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyebutkan bahwa Iblis pernah berkata, “Jika manusia keras hati, maka kami bisa membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola.”
Menumbuhkan sifat pemaaf
“Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”
Demikian firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf: 199.
Allah sang Khaliq saja Maha Pemaaf terhadap hamban-Nya. Tak peduli sebesar gunung atau sedalam lautan kesalahan seorang hamba, jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan membukakan pintu maaf selebar-lebarnya. Kita sebagai manusia yang lemah, tidak sepantasnya berlaku sombong, dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, sebelum ia meminta maaf. Insya Allah, dengan begitu, hati akan lebih terasa lapang.
Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dimana engkau berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan pergaulilah manusia dengan ahlak yang baik.” (HR. Hakim dan At-Tirmidzi)
Husnudhdhan (berprasangka baik)
Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan jangalah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat : 12)
Adakalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap seorang muslim lainnya sehingga ia melecehkan saudaranya. Ia mengatakan yang macam-macam tentang saudaranya, dan menilai dirinya lebih baik. Tentu, itu adalah hal yang tidak dibenarkan. Akan tetapi, hendaknya setiap muslim harus mawas diri terhadap titik-titik rawan yang sering memancing tuduhan, agar orang lain tidak berburuk sangka kepadanya.
Menumbuhkan Sikap Ikhlas
Ikhlas adalah kata yang ringan untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk dilakukan. Orang yang ikhlas dapat meniatkan segala tindakannya kepada Allah. Ia tidak memiliki pamrih yang bersifat duniawi. Apabila Allah mengujinya dengan kenikmatan, maka ia bersyukur. Bila Allah mengujinya dengan kesusahannya pun ia bersabar. Ia selalu percaya bahwa Allah akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi hambanya.
Orang yang ikhlas akan lebih mudah memenej kalbunya untuk selalu menyerahkan segalanya hanya kepada Allah. Hanya kepada-Nyalah ia mengantungkan harapan.
Nah pembaca, bila anda sedang dilanda sakit hati, cobalah amalkan kiat diatas. Insya Allah, beban hati akan berkurang. Dada anda pun terasa lapang. Insya Allah.
Maraji’ :
- Minhajul Qashidin. Ibnu Qudamah
- Minhajul Muslim. Abu Bakr Jabir Al-Jazairi
Sumber : Majalah Nikah edisi 6/I/2002. hal. 32-33
KISAH ABUNAWAS
Siapakah Abu Nawas? Tokoh yang dinggap badut namun juga dianggap ulama
besar ini, tokoh super lucu yang tiada bandingnya ini aslinya orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang badui padang pasir.
Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab”, la juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi. la sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad.
Mari kita mulai kisah penggeli hati ini. Bapaknya Abu Nawas adalah Penghulu
Kerajaan Baghdad bernama Maulana. Pada suatu hari bapaknya Abu Nawas yang
sudah tua itu sakit parah dan akhirnya meninggal dunia.
Abu Nawas dipanggil ke istana. la diperintah Sultan (Raja) untuk mengubur
jenazah bapaknya itu sebagaimana adat Syeikh Maulana. Apa yang dilakukan
Abu Nawas hampir tiada bedanya dengan Kadi Maulana baik mengenai tatacara
memandikan jenazah h ingga mengkafani, menyalati dan mendo’akannya, maka
Sultan bermaksud mengangkat Abu Nawas menjadi Kadi atau penghulu
menggantikan kedudukan bapaknya.
Namun… demi mendengar rencana sang Sultan.
Tiba-tiba saja Abu Nawas yang cerdas itu tiba-tiba nampak berubah menjadi
gila.
Usai upacara pemakaman bapaknya. Abu Nawas mengambil batang sepotong
batang pisang dan diperlakukannya seperti kuda, ia menunggang kuda dari ba-
tang pisang itu sambil berlari-lari dari kuburan bapaknya menuju rumahnya.
Orang yang melihat menjadi terheran-heran dibuatnya.
Pada hari yang lain ia mengajak anak-anak kecil dalam jumlah yang cukup
banyak untuk pergi ke makam bapaknya. Dan di atas makam bapaknya itu ia
mengajak anak-anak bermain rebana dan bersuka cita.
Kini semua orang semakin heran atas kelakuan Abu Nawas itu, mereka
menganggap Abu Nawas sudah menjadi gila karena ditinggal mati oleh
bapaknya.
Pada suatu hari ada beberapa orang utusan dari Sultan Harun Al Rasyid datang menemui Abu Nawas.
“Hai Abu Nawas kau dipanggil Sultan untuk menghadap ke istana.” kata wazir
utusan Sultan.
“Buat apa sultan memanggilku, aku tidak ada keperluan dengannya.”jawab Abu
Nawas dengan entengnya seperti tanpa beban.
“Hai Abu Nawas kau tidak boleh berkata seperti itu kepada rajamu.”
“Hai wazir, kau jangan banyak cakap. Cepat ambil ini kudaku ini dan mandikan di sungai supaya bersih dan segar.” kata Abu Nawas sambil menyodorkan sebatang pohon pisang yang dijadikan kuda-kudaan.
Si wazir hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Abu Nawas.
“Abu Nawas kau mau apa tidak menghadap Sultan?” kata wazir
“Katakan kepada rajamu, aku sudah tahu maka aku tidak mau.” kata Abu Nawas.
“Apa maksudnya Abu Nawas?” tanya wazir dengan rasa penasaran.
“Sudah pergi sana, bilang saja begitu kepada rajamu.” sergah Abu Nawas
sembari menyaruk debu dan dilempar ke arah si wazir dan teman-temannya.
Si wazir segera menyingkir dari halaman rumah Abu Nawas. Mereka laporkan keadaan Abu Nawas yang seperti tak waras itu kepada Sultan Harun Al Rasyid.
Dengan geram Sultan berkata,”Kalian bodoh semua, hanya menghadapkan Abu
Nawas kemari saja tak becus! Ayo pergi sana ke rumah Abu Nawas bawa dia
kemari dengan suka rela ataupun terpaksa.”
Si wazir segera mengajak beberapa prajurit istana. Dan dengan paksa Abu
Nawas di hadirkan di hadapan raja.
Namun lagi-lagi di depan raja Abu Nawas berlagak pilon bahkan tingkahnya
ugal-ugalan tak selayaknya berada di hadapan seorang raja.
“Abu Nawas bersikaplah sopan!” tegur Baginda.
“Ya Baginda, tahukah Anda….?”
“Apa Abu Nawas…?”
“Baginda… terasi itu asalnya dari udang !”
“Kurang ajar kau menghinaku Nawas !”
“Tidak Baginda! Siapa bilang udang berasal dari terasi?”
Baginda merasa dilecehkan, ia naik pitam dan segera memberi perintah kepada
para pengawalnya. “Hajar dia ! Pukuli dia sebanyak dua puluh lima kali”
Wah-wah! Abu Nawas yang kurus kering itu akhirnya lemas tak berdaya dipukuli
tentara yang bertubuh kekar.
Usai dipukuli Abu Nawas disuruh keluar istana. Ketika sampai di pintu gerbang
kota, ia dicegat oleh penjaga.
“Hai Abu Nawas! Tempo hari ketika kau hendak masuk ke kota ini kita telah
mengadakan perjanjian. Masak kau lupa pada janjimu itu? Jika engkau diberi
hadiah oleh Baginda maka engkau berkata: Aku bagi dua; engkau satu bagian,
aku satu bagian. Nah, sekarang mana bagianku itu?”
“Hai penjaga pintu gerbang, apakah kau benar-benar menginginkan hadiah
Baginda yang diberikan kepada tadi?”
“lya, tentu itu kan sudah merupakan perjanjian kita?”
“Baik, aku berikan semuanya, bukan hanya satu bagian!”
“Wan ternyata kau baik hati Abu Nawas. Memang harusnya begitu, kau kan
sudah sering menerima hadiah dari Baginda.”
Tanpa banyak cakap lagi Abu Nawas mengambil sebatang kayu yang agak besar
lalu orang itu dipukulinya sebanyak dua puluh lima kali.Tentu saja orang itu menjerit-jerit kesakitan dan menganggap Abu Nawas telah menjadi gila.
Setelah penunggu gerbang kota itu klenger Abu Nawas meninggalkannya begitu
saja, ia terus melangkah pulang ke rumahnya.
Sementara itu si penjaga pintu gerbang mengadukan nasibnya kepada Sultan
Harun Al Rasyid.
“Ya, Tuanku Syah Alam, ampun beribu ampun. Hamba datang kemari
mengadukan Abu Nawas yang teiah memukul hamba sebanyak dua puluh lima
kali tanpa suatu kesalahan. Hamba mohom keadilan dari Tuanku Baginda.”
Baginda segera memerintahkan pengawal untuk memanggil Abu Nawas. Setelah
Abu Nawas berada di hadapan Baginda ia ditanya.”Hai Abu Nawas! Benarkah kau
telah memukuli penunggu pintu gerbang kota ini sebanyak dua puluh lima kali
pukulan?”
Berkata Abu Nawas,”Ampun Tuanku, hamba melakukannya karena sudah
sepatutnya dia menerima pukulan itu.”
“Apa maksudmu? Coba kau jelaskan sebab musababnya kau memukuli orang
itu?” tanya Baginda.
“Tuanku,”kata Abu Nawas.”Hamba dan penunggu pintu gerbang ini telah
mengadakan perjanjian bahwa jika hamba diberi hadiah oleh Baginda maka
hadiah tersebut akan dibagi dua. Satu bagian untuknya satu bagian untuk saya. Nah pagi tadi hamba menerima hadiah dua puluh lima kali pukulan, maka saya berikan pula hadiah dua puluh lima kali pukulan kepadanya.”
“Hai penunggu pintu gerbang, benarkah kau telah mengadakan perjanjian
seperti itu dengan Abu Nawas?” tanya Baginda.
“Benar Tuanku,”jawab penunggu pintu gerbang.
“Tapi hamba tiada mengira jika Baginda memberikan hadiah pukulan.”
“Hahahahaha Dasar tukang peras, sekarang kena batunya kau!”sahut
Baginda.”Abu Nawas tiada bersalah, bahkan sekarang aku tahu bahwa penjaga
pintu gerbang kota Baghdad adalah orang yang suka narget, suka memeras
orang! Kalau kau tidak merubah kelakuan burukmu itu sungguh aku akan
memecat dan menghukum kamu!”
“Ampun Tuanku,”sahut penjaga pintu gerbang dengan gemetar.
Abu Nawas berkata,”Tuanku, hamba sudah lelah, sudah mau istirahat, tiba-tiba diwajibkan hadir di tempat ini, padahal hamba tiada bersalah. Hamba mohon ganti rugi. Sebab jatah waktu istirahat hamba sudah hilang karena panggilan Tuanku. Padahal besok hamba harus mencari nafkah untuk keluarga hamba.”
Sejenak Baginda melengak, terkejut atas protes Abu Nawas, namun tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, “Hahahaha…jangan kuatir Abu Nawas.”
Baginda kemudian memerintahkan bendahara kerajaan memberikan sekantong
uang perak kepada Abu Nawas. Abu Nawas pun pulang dengan hati gembira.
Tetapi sesampai di rumahnya Abu Nawas masih bersikap aneh dan bahkan
semakin nyentrik seperti orang gila sungguhan.
Pada suatu hari Raja Harun Al Rasyid mengadakan rapat dengan para
menterinya.
“Apa pendapat kalian mengenai Abu Nawas yang hendak kuangkat sebagai
kadi?”
Wazir atau perdana meneteri berkata,”Melihat keadaan Abu Nawas yang
semakin parah otaknya maka sebaiknya Tuanku mengangkat orang lain saja
menjadi kadi.” Menteri-menteri yang lain juga mengutarakan pendapat yang sama.
“Tuanku, Abu Nawas telah menjadi gila karena itu dia tak layak menjadi kadi.”
“Baiklah, kita tunggu dulu sampai dua puluh satu hari, karena bapaknya baru
saja mati. Jika tidak sembuh-sembuh juga bolehlah kita mencari kadi yang lain saja.”
Setelah lewat satu bulan Abu Nawas masih dianggap gila, maka Sultan Harun Al-Rasyid mengangkat orang lain menjadi kadi atau penghulu kerajaan Baghdad.
Konon dalam seuatu pertemuan besar ada seseorang bernama Polan yang sejak
lama berambisi menjadi Kadi, la mempengaruhi orang-orang di sekitar Baginda
untuk menyetujui jika ia diangkat menjadi Kadi, maka tatkala ia mengajukan
dirinya menjadi Kadi kepada Baginda maka dengan mudah Baginda
menyetujuinya.
Begitu mendengar Polan diangkat menjadi kadi maka Abu Nawas mengucapkan
syukur kepada Tuhan.
“Alhamdulillah aku telah terlepas dari balak yang mengerikan.
Tapi.,..sayang sekali kenapa harus Polan yang menjadi Kadi, kenapa tidak yang lain saja.”
Mengapa Abu Nawas bersikap seperti orang gila? Ceritanya begini:
Pada suatu hari ketika ayahnya sakit parah dan hendak meninggal dunia ia
panggii Abu Nawas untuk menghadap. Abu Nawas pun datang mendapati
bapaknya yang sudah lemah lunglai.
Berkata bapaknya,”Hai anakku, aku sudah hampir mati. Sekarang ciumlah
telinga kanan dan telinga kiriku.”
Abu Nawas segera menuruti permintaan terakhir bapaknya. la cium telinga
kanan bapaknya, ternyata berbau harum, sedangkan yang sebelah kiri berbau
sangat busuk.
“Bagamaina anakku? Sudah kau cium?”
“Benar Bapak!”
“Ceritakankan dengan sejujurnya, baunya kedua telingaku int.”
“Aduh Pak, sungguh mengherankan, telinga Bapak yang sebelah kanan berbau
harum sekali. Tapi… yang sebelah kiri kok baunya amat busuk?”
“Hai anakku Abu Nawas, tahukah apa sebabnya bisa terjadi begini?”
“Wahai bapakku, cobalah ceritakan kepada anakmu ini.”
Berkata Syeikh Maulana “Pada suatu hari datang dua orang mengadukan
masalahnya kepadaku. Yang seorang aku dengarkan keluhannya. Tapi yang
seorang lagi karena aku tak suaka maka tak kudengar pengaduannya. Inilah
resiko menjadi Kadi (Penghulu). Jia kelak kau suka menjadi Kadi maka kau akan mengalami hai yang sama, namun jika kau tidak suka menjadi Kadi maka
buatlah alasan yang masuk akal agar kau tidak dipilih sebagai Kadi oleh Sultan Harun Al Rasyid. Tapi tak bisa tidak Sultan Harun Al Rasyid pastilah tetap memilihmu sebagai Kadi.”
Nan, itulah sebabnya Abu Nawas pura-pura menjadi gila. Hanya untuk menghindarkan diri agar tidak diangkat menjadi kadi, seorang kadi atau penghulu pada masa itu kedudukannya seperti hakim yang memutus suatu
perkara. Walaupun Abu Nawas tidak menjadi Kadi namun dia sering diajak
konsultasi oleh sang Raja untuk memutus suatu perkara. Bahkan ia kerap kali
dipaksa datang ke istana hanya sekedar untuk menjawab pertanyaan Baginda
Raja yang aneh-aneh dan tidak masuk akal.
Sudah benarkah Jilbab yang ukhti pakai?
Alhamdulillah... ini post pertama yang dilakukan editor lho...!! Eh kedua de ketang, kan yang post pertama adalah yang sepatah kata... hehe
Jadi begini ceritanya, pada suatu hari ada seorang pangeran yang tampan sekali yang hobinya menunggangi kuda kesayangannya yang bernama vixie, pangeran tersebut bernama editor... hehe,
Ketika pangeran editor sedang berjalan-jalan editor tanpa sengaja melihat seorang akhwat yang "lucu"...
Kok bisa "lucu"? Karena jilbab yang dipakai oleh akhwat tersebut bisa dibilang aneh lah... kan "lucu" ya, udah pake jilbab bagus-bagus, tapi kok bagian dadanya masih kebuka... kebayang ga? hheu...
malah ada lagi yang pake jilbab yang dilipet-lipet kayak pake handuk di kepalanya, udah gitu ada juga yang pake jilbab tapi di belakang kepalanya itu kayak ada benjolan...
Jilbab sekarang kok aneh-aneh ya? Katanya sih fashion... (baca: pesyen)
Naudzubillah!!
Allah Swt dalam Al Quran berfirman:
ياايهاالنبى قل لأزواجك وبناتك ونساءالمؤمنين يدنينعليهن من جلابيبهن ذلك أدني أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورارحيما (الأحزاب 59)
Artinya:Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang. (Al Ahzab.59).
Padahal dalam Al-Quran saja disebutkan bahwa jilbab itu gunanya untuk melindungi bukan untuk fashion (baca: pesyen) ya... aduh parah sekali dunia di zaman sekarang...
Nih contoh-contoh pemakaian jilbab yang salah:
1. Jilbab yang Bersanggul
2. Fashion Jilbab Menyerupai Biarawati Kristian
Dalam Hadist Nabi Muhammad SAW
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
Islam ini pada awalnya datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing lagi. Maka sungguh berbahagia orang-orang yang asing (HR. Muslim)
Tenang saja saudari-saudariku... Islam itu memang berawal dari yang unik, dan suatu saat nanti akan menjadi unik kembali... oleh karena itu jadilah orang yang unik seperti editor ini... hehe
Terus bagaimana jadi orang-orang unik tersebut?
1. Tutupilah seluruh tubuh selain yang dikecualikan
2. Pakailah pakaian yang tidak ketat dan membentuk tubuh
3. Kainnya tidak tembus pandang sehingga tidak terlihat kulit tubuh
4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
5. Tidak mencolok warnanya atau dapat menarik perhatian
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
7. Bukan pakaian untuk mencari popularitas
8. Tidak diberi parfum atau wangi-wangian.
Alhamdulillah.. sekian dari editor...
Mohon maaf dari sang editor yang dho'if...
Sepatah kata..
Segala puji bagi Allah SWT, karena Rahmat-NYA kami bisa kembali update blog ini dengan penuh semangat dan hati riang.
Sebelumnya kami ingin meminta maaf kepada para pembaca karena sudah lama sekali blog Gamus tercinta kita tidak update lagi, disebabkan karena pergantian kepengurusan oleh karena itu perlu adanya adaptasi dalam pengerjaan.
Ok, sebelumnya kami ingin berkenalan kembali. Untuk blog yang sekarang akan diedit oleh seseorang yang anggaplah bernama editor , ya itu adalah saya sendiri, saya yang bernama editor akan mencoba sharing segala unek-unek, ilmu yang tentu saja akan berguna bagi kalian semua yang membaca.
Jangan pikir kita akan serius ya, serius boleh tapi jangan berlebihan serius juga, soalnya kan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, ya contohnya bermain game itu asik, tapi bermain game berlebihan kan ga asik... hehe
tapi bukan berarti kita tidak serius, hanya sedikit ada senyuman dikit sehingga editor bisa melakukan ibadah kepada para pembaca, karena senyum itu ibadah kan? Tapi jangan berlebihan juga ya senyumnya kan yang berlebihan itu kan tidak baik.... hehe
Terima kasih
BERAWAL DARI SEGELAS AIR MENGUBAHNYA MENJADI MENTERI |DENDAM POSITIF|
Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas. Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorangi insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajemen Amerika.
Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka? Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan ”DENDAM POSITIF” Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya.
Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur. Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja?. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain.
Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu. Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; “Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu” Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: “Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini. “
Kini dendam positif lainnya sudah tertaklukkan. Lalu apakah ceritanya sampai di sini? Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab. Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilkan 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.
Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia. Tahukah kisah siapa ini? Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi. Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia. Itulah kekuatan ”DENDAM POSITIF” Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita. Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya. Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat “Dendam Positif.”
Sumber : Catatan Pribadi
Sumber : Catatan Pribadi
ANA INGIN KELUAR DARI TARBIYAH INI!!!
Ustadz, dulu ana merasa semangat dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh." Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada murabbinya di suatu malam.
Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya. "Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?" sahut sang murabbi setelah sesaat termenung.
“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja..." jawab mad'u itu.
Sang murabbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal.
"Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?" tanya sang murabbi dengan kiasan bermakna dalam.
Sang mad'u terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.
"Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?" sang murabbi mencoba memberi opsi.
"Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang? Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan dihamparkan di hadapan sang mad'u.
Tak ayal, sang mad'u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murabbi yang dihormatinya justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.
“Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah?" Pertanyaan menohok ini menghujam jiwa sang mad'u. Ia hanya mengangguk.
"Bagaimana bila temyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu temyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak di jalan, atau mencoba memperbaikinya?" tanya sang murabbi lagi.
Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya.
Tiba-tiba ia mengangkat tangannya, "Cukup ustadz, cukup. Ana sadar. Maafkan ana. Ana akan tetap istiqamah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan..."
"Biarlah yang lain dengan urusan pribadi masing-masing. Ana akan tetap berjalan dalam dakwah ini. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji-Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana", sang mad'u berazzam di hadapan murabbi yang semakin dihormatinya.
Sang murabbi tersenyum. "Akhi, jama'ah ini adalah jama'ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi di balik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah."
"Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka."
"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu, maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?" sambungnya panjang lebar.
"Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da'i. Kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah."
"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!"
Sang mad'u termenung merenungi setiap kalimat murabbinya. Azzamnya memang kembali menguat. Namun ada satu hal tetap bergelayut dihatinya.
"Tapi bagaimana ana bisa memperbaiki organisasi dakwah dengan kapasitas ana yang lemah ini?" sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.
"Siapa bilang kapasitas antum lemah? Apakah Allah mewahyukan begitu kepada antum? Semua manusia punya kapasitas yang berbeda. Namun tidak ada yang bisa menilai, bahwa yang satu lebih baik dari yang lain!" sahut sang murabbi.
"Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada sebuah isyu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil (dengki, benci, iri hati) antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya."
Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad'u bergegas mengambil wudhu untuk qiyamullail malam itu. Sang murabbi sibuk membangunkan beberapa mad'unya yang lain dari asyik tidurnya.
Malam itu, sang mad'u menyadari kekhilafannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama'ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya. Demikian juga yang diharapkan dari Antum/antunna yang membaca tulisan ini.. Insya Allah kita tetap istiqamah di jalan dakwah ini.. Dalam samudera tarbiyah ini..
shodaqolloh ..
sumber: Majalah Al-Izzah, No. 07/Th.4 (dengan perubahan seperlunya)
Langganan:
Postingan (Atom)

















