"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang hamba sahaya adalah penjaga harga tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya."(HR Bukhari)
Dalam berbagai aspek dan lingkup kepemimpinan, ia senantiasa menggunakan hukum yang telah di tetapkan oleh Allah, hal ini sebagaimana ayat ;
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya". (Qs : 4:59)
"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya)". (Qs: 7 :3)
Dari beberapa ayat diatas, bisa disimpulkan, bahwa pemimpin dalam islam adalah mereka yang senantiasa mengambil dan menempatkan hukum Allah dalam seluruh aspek kepemimpinannya. Dengan catatan bahwa amanah kepemimpinan dilakukan dengan
- Ikhlas
- Amanah
- Memiliki keunggulan dari para kompetitor lainnya
- Profesional. "Sesungguhnya Allah sangat senang pada pekerjaan salah seorang di antara kalian jika dilakukan dengan profesional" (HR : Baihaqi)
- Menempatkan orang yang paling cocok. Rasulullah menjawab, "jika sebuah perkara telah diberikan kepada orang yang tidak semestinya (bukan ahlinya), maka tunggulah kiamat (kehancurannya)". (HR Bukhari).
- Seorang pemimpin harus bisa melihat potensi seseorang
- Mengatur setiap potensi dari mereka yang di pimpinnya menjadi satu kekuatan yang kokoh.
Amanat Kepala Muslimah 11 Desember 2010
Diolah dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syarat dan ketentuan komentar yang akan ditampilkan :
1. Mengucapkan salam* 'Assalamu'alaykum'
2. Relevan dengan topik yang dibahas
3. Menggunakan kata-kata yang santun
4. Tidak mencemarkan nama baik pihak ketiga (individu/organisasi)
5. Tidak mempromosikan barang atau jasa milik pribadi atau bersama
*
Mengucapkan salam hanya dilakukan ketika sahabat berkomentar pertama kalinya di tulisan ini, pada komentar selanjutnya (untuk menanggapi komentar lain atau hal lainnya) tidak perlu mengucapkan salam.
Bagi non-muslim silahkan langsung berkomentar.
Terima kasih sudah mengunjungi blog GAMUS IM Telkom.
Semoga kebaikan selalu meliputi kita semua.